Saturday, 27 October 2018

MENCICIPI KOLO, MAKANAN TRADISIONAL KHAS KABUPATEN MANGGARAI

Rate this posting:
{[['']]}

Bagikan Artikel :

ReyGina Wisata | Kabupaten Manggarai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang indah dan menarik untuk dikunjungi. Kabupaten Manggarai memiliki banyak wisata alam yang menakjubkan, wisata budaya dan lain sebagainya. Kabupaten Manggarai selalu menyajikan lanskap alam dan budaya yang tak pernah membuat Anda bosan.


MENCICIPI KOLO, AKANAN TRADISIONAL KHAS KABUPATEN MANGGARAI

Tak hanya itu, Kabupaten Manggarai juga memiliki sejumlah kuliner tradisional yang wajib Anda cicipi saat berlibur di Nusa Tenggara Timur yang salah satunya adalah Makanan Khas Tradisonal Manggarai, Kolo atau Nasi Bakar.

Warga di Kabupaten Manggarai memiliki makanan khas tradisional yang bercita rasa alami. Kolo atau Nasi Bakar demikianlah sebutan untuk makanan tradisional Manggarai ini yang dimasak dengan menggunakan bambu.

Menurut masyarakat setempat, Untuk bisa menghasilkan Kolo atau Nasi Bakar ini dibutuhkan bahan berupa bambu muda dengan panjang sekitar 30 centimeter, beras dan bumbu dapur.

BACA JUGA : 10 Alasan Mengunjungi Taman Nasional Komodo Yang Megah

MENCICIPI KOLO, AKANAN TRADISIONAL KHAS KABUPATEN MANGGARAI

Cara memasak Kolo, Bahan-bahan seperti beras, air, dan bumbu masakan dimasukan ke dalam bambu. Setelah itu pada bagian ujung bambu ditutup dengan menggunakan daun pisang kemudian di bakar hingga matang.

BACA JUGA : Wisata Pulau Alor

Kolo atau Nasi Bakar, Makanan Tradisional Khas Manggarai ini biasanya disajikan bersama saat Pesta Adat Penti atau sukuran panen raya. Selain itu makanan tradisional khas Manggarai ini juga disajikan sebagai menu utama pada acara syukuran pergantian tahun.

Upacara Adat Penti merupakan ritual sebagai ungkapan rasa syukur atas panen serta kehidupan yang telah dilalui selama satu tahun terakhir. Upacara ini juga sebagai ungkapan mohon perlindungan serta keharmonisan kehidupan yang akan datang.

Upacara Adat Penti bisanya dilakukan saat dimulainya kegiatan bercocok tanam atau berladang. Kegiatan ini wajib dilakukan secara turun temurun yang harus dijalankan sebagai wahana rasa syukur, berkumpulnya keluarga besar serta pemberkatan terhadap alam sekitar.

BACA JUGA : 12 Destinasi Favorit Untuk Diving dan Snorkeling di Nusa Tenggara Timur

Upacara Penti diselenggarakan  pada setiap bulan Oktober atau bulan November yang biasanya jatuh pada pertengahan bulan yang diisi dengan upacara adat, pemberkatan serta atraksi budaya yang sangat unik.  


SUMBER: wisata.nttprov.go.id

   
Disqus Comments